Titik Terendahku.,

Titik Terendahku.,

Pernah kah kalian merasa berada di dalam titik terendah hidup kalian?
Aku mau menceritakan dan berbagi pengalaman sedikit mengenai hal ini buat orang-orang diluar sana yang mungkin pernah mengalaminya atau belum merasakan dititik ini.

Dalam hidup pasti kalian pernah berpikir bahwa hidup itu ngomongin tentang mimpi, ngomongin pengalaman dan ngomongin orang :p hehehe. Jangan terlalu serius sist! Karena yang mau aku sampaikan kali ini dengan suasana hati yang ringan tanpa beban. Hehehe

“Al, kamu itu keras..”, “Al capek nasehatin kamu..”
Yessss itu kata orang-orang disekitarku ketika tau keadaan aku yang sebenarnya..

Dalam beberapa hal aku memang terkenal keras, karena menurutku “aku memperjuangkan cintaku! Kalian kenapa ngurusin aku? Yang jalanin aku kok, yang ngerasain senang sedihnya aku juga kok.. emang kalian yang bayarin aku ini itu?”. Astaghfirullah tak terasa aku melukai perasaan mereka dengan kata2ku itu.

Dulu aku gak pernah percaya bahwa cinta itu menyakitkan. Dan dulu aku pernah mengomentari orang-orang yang sibuk mengurusi orang lain. Dulu aku terlalu yakin atas apa yang aku lakukan saat ini ialah benar.
Waktu demi waktu, Allah seringkali menyentil aku dengan sentilan lembut, awalnya tidak mempan. Kedua kali Allah kembali lagi menyentil, tapi aku anggap angin lalu. Dan tiba-tiba Allah menunjukkan semua yang selama ini aku lawan, itu seketika membuat aku shocked dan terjatuh sekali.

Seringkali ketika kita percaya atau meyakini sesuatu bisa mengalahkan realita yang terjadi. Dan selama aku merasa yakin, ternyata Allah membalikkan itu semua, disitulah kenyataan yang harus bisa kita terima. Mau nggak mau, suka tidak suka, iya atau enggak, memang itu realitanya!. Dan disitulah saya merasakan nilai titik terendah dalam hidup saya, karena saya terlalu sombong atau bisa dibilang angkuh terhadap apa yang saya yakini selama ini.

Tidak bisa dipungkiri, terkadang kata hati kecil mengatakan kenyataan tapi telah ditutupi keegoisan diri yang lebih besar hingga akhirnya keyakinan yang salah lah lebih di percaya.
Temannn, janganlah kamu merasa diri kalian paling benar terhadap orang lain, hingga jadinya seorang teman jadi merasa keras kepala karena tidak sejalan sama kamu.

Ketika kita berada diposisi terendah, yang kita butuhkan ialah seseorang yang tetap menyemangati bukan malah menyalahkan. Karena pada saat ia mengakui diri bahwa ia sedang melalui proses terendah dalam hidup, itu artinya ia telah mengakui bahwa dirinya penuh dengan keegoisan dan bersalah selama ini. Jadi seyogyanya, sebagai orang terdekat merangkul dan bukan malah memaki atau meninggalkannya.

Percayalah apa yang telah kamu lalui, itu merupakan sebuah proses perjalanan, tidak ada seseorangpun yang tidak melalui ujian dalam hidup. Semakin kamu berada diatas, semakin keras angin yang mengguncang. Yang kamu butuhkan ialah akar yang kuat, agar ketika kamu diterpa angin, kamu tetap kokoh dan tidak jatuh ke tanah. 😊🤗

 

Aliah Sayuti
7 Nov 2017

One Comment

  1. Di setiap ke jadian pasti ada hikmah nya,jadikan lah pengalaman ini untuk lbih baik kedepannya kakaa,semangat,proud of you ❤️❤️❤️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *